DOSEN NGAKALI DOSEN
DOSEN NGAKALI DOSEN
Oleh Pertampilan S. Brahmana
Pernahkah anda membaca brosur-brosur pendidikan lanjutan yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia? Mereka yang mengikuti pendidikan lanjutan di dalam negeri pasti pernah membacanya, karena dalam brosur tersebut, diinformasikan syarat-syarat untuk mengikuti pendidikan lanjutan di program studi penerbit brosur tersebut.
Apa visi misi, apa obyektifitas program studi tersebut jelas tertulis di sana, juga dengan nama-nama staf pengajarnya, mungkin 95 persen bergelar Dr atau Prof. Dr., mereka yang tamatan luar negeri (bukan swasta) gelar Dr-nya ditulis PhD. 5 persen lagi mereka yang berjenjang S2. Kalau S1 jangan diharap namanya tertulis dibrosur tersebut, karena dari segi jenjang pendidikan memang mereka tidak layak ikut. Tetapi dalam satu kasus, saya pernah melihat seorang yang berpendidikan Prof S1, menjadi pembimbing pertama bagi seorang mahasiswa S2. Bagaimana dia mau membimbing S2, pengalaman menyusun tesis aja kan punya. tapi begitulah.
Maka nama-nama staf pengajarnya pun dirancang antara lain sebagai berikut:
|
Prof. Dr. Ahli Kali-Kali, S.H, MSc, MA |
Universitas Sono |
|
Prof Ir. Ahli Kurang-Kurang, PhD, MA |
Univesritas Sono |
|
Prof. Dr. Drs. Terbodoh Bagi-Bagi, MM.MM. |
Universitas Sini |
|
Prof Dr. Ir. Ahli Tambah-Tambah, Mphek. Mthol, Mphis. |
Universitas Seberang Kali |
|
Dr. Plus Minus, SH, SE, MH |
Universitas Tetangga |
|
Dst |
|
Sungguh keren. Sangat kredibel. Para dosen yang akan mentransfer ilmunya kepada para mahasiswa adalah mereka yang sudah berjenjang pendidikan S3, dan bergelar Prof. Gelar Prof ini seolah-olah gelar yang diperoleh dari jenjang pendidikan yang tertinggi, di atas S3. Tepuk dada 3 x.
Begitu diterima dan mulai mengikuti perkuliahan bahkan hingga pendidikan selesai, ada dosen yang tersebut dalam brosur tidak pernah terlihat batang hidungnya. Ternyata nama mereka hanya sebagai asesoris saja, tidak fungsional. Dosen yang masuk, memberi kuliah memang benar-benar ahli, mulai dari ahli mengurang-ngurangi waktu, ahli terbodoh di dalam materi yang seharusnya dia kuliahkan, ahli plus minus (materi kuliah yang pas-pasan), dan ahli berhitung soal honor, absensi perkuliahan disuruh ditandatangi para mahasiswa, maka kuliahnya hanya mengambil absen, habis itu bubaran, bahasa kerennya belajar di perpustakaan, walau kenyataannya ngobrol dari A sampai Z di luar kelas, dan ternyata absen ini ditukar oleh sang dosen dengan honor pada hari H-nya.
Di sisi lain, di luar gelanggang perkuliahan, berbicara dengan dosen yang hanya berpendidikan S1, jauh lebih familiar, lebih jelas penjelasannya atas materi perkuliahan di dalam kelas yang dosennya bergelar Prof. DR. Tapi tampaknya jarang dosen seperti ini, dijadikan dosen tamu karena pendidikannya hanya S1.
xxxx
Simpati baik dalam bentuk dukungan moral, maupun simpati dalam bentuk penyesalan atas keputusan saya tidak mau kembali lagi melanjutkan pendidikan S3, cukup banyak saya terima, terutama teman-teman yang berbeda sudut pandangnya dengan keputusan yang saya ambil. Kepada mereka selalu saja saya ucapkan terimakasih atas dukungan morilnya, walaupun itu penyesalan yang diungkapkannya. Saya hanya menjawab secara singkat, kalau ijasah S3 tersebut menjadi milik saya, apapun tindakan saya, tetapnya akan menjadi milik saya, namun kalau bukan milik saya, apapun upaya yang saya lakukan semua berakhir dengan sia-sia, ibarat dengan menggunakan istilah rezeki, gelar DOKTOR tersebut mungkin bukan rezeki saya,
xxxx
Walaupun saya bukan dosen yang dikategorikan pintar ketika memberi kuliah di depan mahasiswa saya, bukan juga dosen yang dikategorikan menguasai bidang saya, tetapi setiap saya berdiri di depan mahasiswa saya, materi kuliah antara 60-75 % dari setiap tatap muka, selalu sesuai dengan judul dan materi kuliah yang saya berikan. Materi itu selalu saya sediakan dalam bentuk hand out, dan itu saya berikan seminggu sebelum tanggal perkuliahan, dan kalau jadwal kuliah saya kebetulan tepat pada hari libur, maka dua minggu sebelum perkuliahan di mulai, hand out itu sudah berada di tangan mahasiswa. Kalau jumlah mahasiswa yang mengambil matakuliah yang saya menjadi penanggungjawabnya hanya 5 orang, hand out itu saya fotokopy sendiri dan saya berikan kepada mereka, namun bila sudah lebih dari 5 orang, hand out itu saya suruh mereka memfotokopynya, satu orang biasanya mendapat hand out gratis, karena naskah hand out yang saya berikan untuk difotokopy tidak saya minta kembali, kecuali si mahasiswa mengembalikannya. Hand out itu saya suruh baca, apa yang tidak jelas akan didiskusikan dalam perkuliahan berikutnya.
Tiba pada perkuliahan berikutnya saya tinggal istilah orang medan “ngecap” di depan kelas dengan topik yang sudah diberikan sebelumnya. Beginilah cara saya memberi perkuliahan. Biasanya pada awal-awal perkuliahan saya jelaskan kepada mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan saya, “saya tidak pintar menjelaskan materi yang saya berikan, agar terjadi transfer ilmu, sebaiknya anda mengkritisi materi yang saya berikan. Dari diskusi yang terjadi, diharapkan terjadi transfer ilmu kepada anda” papar saya pada awal perkuliahan, Bila kebetulan ada pertanyaan mahasiswa yang tidak dapat saya jawab, saya berjanji minggu berikutnya akan saya jelaskan, tetapi setelah selesai saya menjelaskan topik yang saya berikan, janji saya.
Sisanya. Sebelum saya melanjutkan pendidikan S2, saya menceritakan strategi saya dalam menyusun, mulai skripsi (ketika S1). Lalu setelah saya menyelesaikan pendidikan S2 saya menceritakan pengalaman saya menyusun skripsi ketika S1, dan tesis (ketika S2). Kemudian setelah saya mendapat pendidikan S3 (tidak tamat), saya menceritakan pengalaman saya menyusun skripsi ketika S1, dan tesis (ketika S2). dan disertasi (S3 walau tidak selesai).
Saya ceritakan ketika saya masih S1 dua hari setelah proposal saya disetujui, pada hari ketiga sudah saya berikan draf skripsi kepada pembimbing saya. Artinya draft skripsi selesai ditulis bareng dengan proposal. Mengapa bisa demikian? Karena sebelum dibenarkan mengajukan proposal, saya sudah memikirkan apa yang akan saya tulis, saya mencari judul-judul skripsi yang belum ditulis atau bahasa mahasiswa lain di lembaga saya menuntut ilmu. Diam-diam saya susun. Maka ketika sudah diijinkan mengajukan proposal skripsi, langsung saya ajukan. Setelah bimbingan beberapa kali, hari-hari berikutnya saya serahkan draft skripsi saya kepada dosen pembimbing saya. Dia sedikit kaget memang, tetapi tetap mengapresiasi dengan baik apa yang saya lakukan.
Demikian juga ketika S2, belum lagi dinyatakan diterima menjadi mahasiswa S2, bahan-bahan untuk tesisnya sudah mulai diburu. Begitu diterima S2, sambil kuliah berjalan, tesis dan proposal dikerjai secara bersamaan. Begitu selesai ujian proposal, draf tesispun usai, tinggal sentuhan-sentuhan akhir untuk didiskusikan dengan pembimbing. Selanjutnya tinggal santai, menikmati pulau Dewata. Begitu juga dengan S3, belum lagi dilamar S3nya, data-data untuk disertasinya sudah mulai dikumpul, sekaligus dikerjakan draf proposalnya. Begitu diterima, mulai lagi dicari lagi data-datanya, lalu dikerjakan secara bertahap bagian perbagian, sekaligus dengan proposalnya. Maka ketika ujian proposal belum dimulai, disertasi sudah selesai dalam bentuk draf.
Melalui penceritaan seperti ini, saya bertujuan untuk merangsang, mengajak mahasiswa saya mau membuat perencanaan bagi masa studinya secara tepat waktu. Kalau bisa diselesaikan tiga setengah tahun, mengapa harus empat tahun. Beginilah cara saya memacu para mahasiswa yang kebetulan mengikuti perkuliahan saya, agar mereka menjadi bersemangat untuk segera menyelesaikan studinya. Tapi memang sulit juga menganjurkan yang demikian di era materialis hedonisme ini. Masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Kemudian itu, nilai terbaik selalu saya berikan kepada mahasiswa yang kreatif, Maksudnya mahasiswa yang menulis di media massa cetak. Beginilah cara saya mentransfer ilmu kepada mahasiswa yang kebetulan mengikuti perkuliahan saya. Mungkin sayalah salah satu dosen di tempat kerja saya yang mau menolak membimbing skripsi mahasiswa, karena faktor-faktor tertentu. Penolakan ini bukan bertujuan untuk mempersulit si mahasiswa tamat, tetapi agar si mahasiswa cepat tamat bila dibimbing oleh dosen lain.
xxx
Ketika saya mulai mengikuti pendidikan pasca lanjutan, pada awal perkuliahan saya bingung. Tahap-tahap yang biasa saya lakukan, sama sekali tidak fungsional. Saya berpikir, saya yang ngawur, atau sistem yang tidak benar. Ada dosen memberi materi perkuliahan “ngawur”. Objektifitas materikuliah tidak nyambung dengan topik perkuliahan, tetapi tetap pede (percaya diri) berdiri di depan kelas, yang peserta kuliah 80-90% adalah para dosen. Semakin diplintir ngawur materi perkuliahan oleh si mahasiswa, semakin semangat dosennya berdiri di depan kelas, kalau sudah begini waktu perkuliahan pun dia lupa ketika waktu untuknya sudah usai. Malah mengaku hebat lagi, dengan memojokkan rekan sekoleganya yang sama-sama menyandang gelar Prof Dr. Aneh.
Padahal di belakang kisah di atas, banyak mahasiswa, begitu selesai perkuliahan ngomel, “dapat apa hari ini” maksudnya tidak dapat ilmu apa-apa dari dosen yang mengajarnya.
xxx
Anda masih ingat Institut Manajemen Global Indonesia, yang beralamat di jl. H.R Rasuna Said Jakarta Selatan dahulu, disuruh tutup karena dianggap menjual ijzasah, di perguruan tinggi resmipun pada program-program studi tertentu juga ada yang berperilaku demikian.
Indikatornya adalah matakuliah diajarkan adalah matakuliah yang dosen-dosennya adalah bagian dari kelompok pimpinan program studi tersebut. Mereka menciptakan matakuliah untuk memberikan lapangan kerja kelompok mereka. Apakah matakuliah yang diadakan fungsional atau tidak itu soal lain. Apakah pengajarnya berkewenangan bidang keilmuannya, tidak menjadi soal. Indikator ini biasanya ditandai dengan dosen yang mengajar tidak fungsional Misalnya dalam program studi llmu Politik, matakuliah metode penelitian diberikan kepada dosen dari bidang ilmu bahasa. Hasilnya, … nyaplirkan (tidak nyambung) karena begitu tiba dengan kasus-kasus sosial politik dosen , pengajar metode penelitian yang berlatarbelakangkan ilmu bahasa bingung berabstraksi dengan data-data sosial politik.
Pertanyaannya mengapa demikian? Mungkin ini hanyalah sebuah hipotesa saya saja, karena KKN (Kolusi Koncoisme dan Nepotisme) sudah dibabat habis di era reformasi mei 1998, sebagai gantinya muncul NKK (KKN dibaca dari belakang). Apa itu NKK? NKK ini bukan Normalisasi Kehidupan Kampus yang digagas ketika Pak Daud Jusuf menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dahulu, tapi NKK menjadi Nolong Kaum Kerabat, Nolong Kawan-Kawan..
Bedanya dengan Institut Manajemen Global Indonesia dahulu, Institut Manajemen Global Indonesia dan PT sejenisnya, dilihat secara mata terbuka, sementara di perguruan tinggi resmipun dilakukan secara mata tertutup.
Kembali kepada pengalaman S3 saya yang gagal karena biaya, saya sebagai konsumen jelas dapat menilai, mana yang patut dibayar mana yang tidak patut dibayar tambah.
Sekarang mungkin musimnya dosen ngakali dosen. Kalau sudah begini, ilmu itu pun seperti ilmu silat turunnya, kurang-kurang satu, ujung-ujungnya tebak sendiri arahnya.
MEDAN Januari 2009
|
TULISAN SEBELUMNYA |
||
|
NO |
JUDUL |
THN/BLN/TGL |
|
136 |
2009-06-20 |
|
|
135 |
2009-06-14 |
|
|
134 |
2009-06-06 |
|
|
133 |
2009-05-30 |
|
|
132 |
2009-05-24 |
|
|
131 |
2009-05-17 |
|
|
130 |
2009-05-10 |
|
|
129 |
2009-05-03 |
|
|
128 |
2009-04-19 |
|
|
127 |
RAPAT TERTUTUP YANG TERANG DI TEMPAT YANG BISA GELAP PASCA PENCANTINGAN |
2009-04-12 |
|
126 |
2009-04-05 |
|
|
125 |
MABOK PRESIDEN (1) |
2009-03-29 |
|
124 |
2009-03-22 |
|
|
123 |
2009-03-15 |
|
|
122 |
2009-03-08 |
|
|
121 |
2009-03-01 |
|
|
120 |
2009-02-23 |
|
|
119 |
2009-02-16 |
|
|
118 |
2009-02-08 |
|
|
117 |
2009-02-01 |
|
|
116 |
2009-01-25 |
|
|
115 |
2009-01-18 |
|
|
114 |
2009-01-11
|
|
|
113 |
2009-01-04
|
|
|
112 |
JEJAK-JEJAK MASA LALU DARI SUMATERA BARAT Dalam Foto |
2008-12-28
|
|
111 |
LEMBAH NGARAI SI ANOK DILIHAT DARI LOKASI GOA JEPANG DI BUKIT TINGGI Dalam Foto |
2008-12-21 |
|
110 |
FOTO-FOTO DI SEKITAR JAM GADANG KOTA BUKIT TINGGI DI PAGI HARI TANGGAL 27 FEBRUARI 2008 Dalam Foto |
2008-12-14 |
|
109 |
Dalam Foto |
2008-12-07
|
|
108 |
TERPERANGKAP DALAM FAKTA: ANALISIS TERHADAP KERANGKA PIKIR MEMBUNUH ATAS NAMA TUHAN
Tulisan ini menganalisis alur pemikiran orang-orang yang melakukan pembunuhan sesama manusia dengan mengatasnamakan Tuhan. |
2008-11-30 |
|
107 |
2008-11-22 |
|
|
106 |
2008-11-16 |
|
|
105 |
2008-11-09 |
|
|
104 |
2008-11-02 |
|
|
103 |
2008-10-26 |
|
|
102 |
2008-10-19 |
|
|
101 |
2008-10-12 |
|
|
100 |
2008-10-05 |
|
|
099 |
2008-09-28 |
|
|
098 |
2008-09-21 |
|
|
097 |
2008-09-14 |
|
|
096 |
2008-09-07 |
|
|
095 |
2008-08-31 |
|
|
094 |
2008-08-24 |
|
|
093 |
2008-08-17 |
|
|
092 |
2008-08-10 |
|
|
091 |
2008-08-04 |
|
|
090 |
2008-07-28 |
|
|
089 |
2008-07-22 |
|
|
088 |
PUISI: HANYA NAMA, CEK KOSONG, TIDAK LEBIH! DAN AKUPUN AKU MASIH SEPERTI YANG DULU |
2008-07-14 |
|
087 |
PENGAJARAN TENTANG KETUHANAN ATAU KENABIAN? SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA DAN PENDIDIKAN/PENGAJARAN AGAMA |
2008-07-07 |
|
086 |
2008-06-23 |
|
|
085 |
2008-06-16 |
|
|
084 |
2008-06-09 |
|
|
083 |
2008-06-02 |
|
|
082 |
2008-05-26 |
|
|
081 |
2008-05-19 |
|
|
080 |
2008-05-12 |
|
|
079 |
2008-05-05 |
|
|
078 |
2008-04-28 |
|
|
077 |
2008-04-21 |
|
|
076 |
2008-04-14 |
|
|
075 |
2008-04-07 |
|
|
074 |
2008-04-01 |
|
|
073 |
2008-03-24 |
|
|
072 |
2008-03-17 |
|
|
071 |
2008-03-10 |
|
|
070 |
2008-03-03 |
|
|
069 |
2008-02-18 |
|
|
068 |
2008-02-11 |
|
|
067 |
UNDANG-UNDANG ALIRAN SESAT ATAU UNDANG-UNDANG YANG BERLIRAN SESAT? |
2008-02-04 |
|
066 |
2008-01-29 |
|
|
065 |
2008-01-21 |
|
|
064 |
2008-01-15 |
|
|
063 |
2008-01-07 |
|
|
062 |
2007-12-24 |
|
|
061 |
2007-12-17 |
|
|
060 |
2007-12-10 |
|
|
059 |
FOTO-FOTO SISA KEJAYAAN PADANG PENGEMBALAAN KERBAU KELUARGA SEMBIRING BRAHMANA LIMANG 1
FOTO-FOTO SISA KEJAYAAN PADANG PENGEMBALAAN KERBAU KELUARGA SEMBIRING BRAHMANA LIMANG 2
DI KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA |
2007-12-03 |
|
058 |
2007-11-26 |
|
|
057 |
SASTRA DAN POLITIK (2) PELARANGAN BUKU-BUKU SASTRA PADA MASA ORDE BARU (TRAGEDI SASTRA INDONESIA) |
2007-11-19 |
|
056 |
2007-11-12 |
|
|
055 |
2007-11-05 |
|
|
054 |
MEMAHAMI KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA DARI SISI GAGASAN DAN MATERIAL |
2007-10-29 |
|
053 |
2007-10-22 |
|
|
052 |
2007-10-15 |
|
|
051 |
2007-10-08 |
|
|
050 |
IRAMA GEDANG ITU BERNAMA STOLEN ASSET RECOVERY (StAR) INITIATIVE |
2007-10-01 |
|
049 |
2007-09-24 |
|
|
048 |
2007-09-17 |
|
|
047 |
2007-09-10 |
|
|
046 |
2007-09-03 |
|
|
045 |
2007-08-27 |
|
|
044 |
2007-08-20 |
|
|
043 |
2007-08-14 |
|
|
042 |
2007-08-06 |
|
|
041 |
2007-07-31 |
|
|
040 |
2007-07-23 |
|
|
039 |
2007-07-18 |
|
|
038 |
2007-07-09 |
|
|
037 |
2007-07-02 |
|
|
036 |
2007-06-26 |
|
|
035 |
2007-06-18 |
|
|
034 |
2007-06-11 |
|
|
033 |
2007-06-06 |
|
|
032 |
2007-05-29 |
|
|
031 |
POLITIK UANG DALAM PILPRES-PILKADA DAN POLITIK UANG DALAM SMS BERHADIAH |
2007-05-21 |
|
030 |
2007-05-14 |
|
|
029 |
2007-05-07 |
|
|
028 |
PUISI: SELEMBAR AMPLOP SURAT TERGELETAK DI TEPI JALAN BALAI KOTA MEDAN |
2007-04-30 |
|
027 |
2007-04-23 |
|
|
026 |
2007-04-16 |
|
|
025 |
2007-04-09 |
|
|
024 |
2007-04-02 |
|
|
023 |
KONFLIK PEMINDAHAN IBUKOTA KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN: MENJADI IBUKOTA KABUPATEN, ADA PLUS MINUSNYA |
2007-03-26 |
|
022 |
2007-03-20 |
|
|
021 |
2007-03-12 |
|
|
020 |
2007-03-07 |
|
|
019 |
2007-02-03 |
|
|
018 |
2007-02-27 |
|
|
017 |
RIH PANJANG: PADANG PENGEMBALAAN KERBAU LIMANG TINGGAL KENANGAN |
2007-02-19 |
|
016 |
TEMA-TEMA YANG MENGANDUNG OPOSISI BINER DALAM INJIL DAN AL QUR’AN |
2007-01-15 |
|
015 |
KASUS PELANGGARAN HAM DI INDONESIA: PELAKSANAAN ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN TIDAK SEIRING SEJALAN ? |
2006-12-11 |
|
014 |
2006-12-04 |
|
|
013 |
2006-11-27 |
|
|
012 |
NEGARA KEBANGSAAN DISODOK SYARIAT TUHAN |
2006-11-21 |
|
011 |
2006-11-13 |
|
|
010 |
2006-11-06 |
|
|
009 |
2006-10-30 |
|
|
008 |
2006-10-26 |
|
|
007 |
2006-10-23 |
|
|
006 |
BUKAN HANYA TNI/POLRI, PNS AKTIF SEHARUSNYA JUGA TIDAK DIBERI HAK PILIH |
2006-10-16 |
|
005 |
2006-10-16 |
|
|
004 |
2006-10-09 |
|
|
003 |
DALIKEN SI TELU DAN SOLUSI MASALAH SOSIAL PADA MASYARAKAT KARO: KAJIAN SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL (file pdf) |
Library USU |
|
002 |
SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL (file pdf) |
Library USU |
|
001 |
2006-09-29 |
|